Setiap memasuki bulan Ramadhan, Mimin selalu punya niat yang sama: ingin fokus ibadah, ingin lebih tenang, dan ingin menyambut Idul Fitri tanpa stres. Tapi kenyataannya, beberapa tahun lalu justru sebaliknya. Uang terasa cepat sekali habis, pengeluaran membengkak, dan menjelang Lebaran malah pusing memikirkan sisa saldo.
Mimin sadar, masalahnya bukan semata karena gaji kecil.
Justru karena tidak ada pengaturan yang jelas antara pemasukan dan pengeluaran.
Belanja berbuka tanpa daftar, terlalu sering makan di luar, belum lagi tergoda
diskon baju Lebaran. Tanpa terasa, anggaran jebol sebelum pertengahan bulan.
Yang lebih membuat khawatir, saat THR cair, bukannya terasa
lega, malah langsung habis untuk menutup kekurangan sebelumnya. Akhirnya
setelah Idul Fitri, kondisi keuangan benar-benar kosong. Mimin yakin,
pengalaman seperti ini bukan hanya dialami sendiri, tapi juga banyak orang.
Dari pengalaman itulah Mimin belajar bahwa Ramadhan dan Idul
Fitri perlu perencanaan khusus. Bukan berarti harus pelit, tapi harus lebih
sadar dan terarah. Berikut tiga cara yang bisa membantu mengatur pemasukan dan
pengeluaran agar tetap sesuai kebutuhan.
Kesalahan terbesar Mimin dulu adalah menjalani Ramadhan
tanpa rencana tertulis. Semua terasa “jalan saja dulu”, padahal pengeluaran
selama Ramadhan berbeda dengan bulan biasa. Ada tambahan untuk sahur, berbuka,
sedekah, hingga persiapan Lebaran.
Ada cara efektif yang perlu dicoba jika, pakai perbandingan
50% untuk keperluan harian, 35% untuk kebutuhan yang hanya ada di Ramadan dan
Idul Fitri, dan 15% dijadikan sebagai tabungan, ini bisa dipakai untuk
kebutuhan tak terduga. Nanti Mimin jelaskan di artikel berikutnya.
Memisahkan Dana Lebaran dan Tidak Mencampurnya
Dulu Mimin sering mencampur uang kebutuhan harian dengan
dana Lebaran. Akibatnya, uang yang seharusnya untuk zakat atau THR keluarga
justru terpakai untuk hal lain. Saat mendekati Idul Fitri, barulah panik karena
dananya kurang.
Sekarang Mimin langsung memisahkan dana Lebaran di awal
Ramadhan. Bisa dengan rekening terpisah atau amplop khusus. Cara ini terasa
sederhana, tetapi efektif menahan godaan untuk menggunakan dana tersebut.
Dengan dana yang terpisah, perasaan juga lebih tenang karena tahu kebutuhan
Lebaran sudah aman.
Mengendalikan Pengeluaran Konsumtif dan Belanja Impulsif
Ramadhan sering kali identik dengan promo besar-besaran dan
ajakan buka bersama. Dulu Mimin hampir selalu mengiyakan setiap ajakan, tanpa
menghitung ulang kondisi keuangan. Akhirnya pengeluaran membengkak tanpa
terasa.
Sekarang Mimin membuat aturan pribadi: kurangi ngabuburit
dan utamakan buka bersama di rumah dengan keluarga, sebelum punya list
kebutuhan belanja jangan scroll marketplace dulu, dan yang paling penting,
puasa adalah waktu untuk memperbaiki pola makan yang sehat bukan untuk makan apa
saja banyak-banyak saat buka.
Selain itu, Mimin juga belajar membedakan antara kebutuhan
dan keinginan. Tidak semua yang diskon harus dibeli, tidak semua tren Lebaran
harus diikuti. Dengan mengendalikan diri dan disiplin pada rencana awal,
pengeluaran menjadi jauh lebih stabil sampai Idul Fitri tiba.
Twibbon Idul Fitri 1447 H / 2026 M
Mimin suka lupa dan merasa Lebaran itu masiih lama, sehingga
tidak terpikirkan untuk segera menyiapkan kebutuhan saat Idul Fitri nanti. Ada yang
membuat Mimin teringat akan Idul Fitri dari jauh-jauh hari, yaitu adanya banyak
orang di medsos yang memasang Twibbon Idul Fitri. Inilah dia Twibbon Idul Fitri
1447 H / 2026 M yang bisa di-download secara GRATIS!
Mau Twibbonnya? dapatkan di sini => LANGKAH DOWNLOAD TWIBBON





0 Komentar